Keluarga Sejahtera

Archive for the ‘Lelaki pilihan’ Category

Apabila ada yang meminang anak gadismu dan kamu senang pada agama dan akhlaknya maka kawinkanlah. Kalau tidak kamu lakukan sama dengan kamu jadi fitnah di muka bumi dan menimbulkan kerusakan yang luas (HR Turmudzi dari Abu Hurairah)

Lelaki yang agamanya baik mengetahui kedudukan wanita yang demikian mulia. Ingatlah sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ahmad Alhakim dan Al Bukhari tentang wanita, “Fatimah adalah sebagian dari diriku. Aku tertekan kalau dia tertekan, aku lega kalau dia lapang. Siapa saja yang membuatnya marah sama saja membuatku marah. Fatimah buah hatiku adalah penghuni surga”

Lelaki yang akhlaknya baik akan menghormati wanita yang disayangnya, namun bila dia membenci wanita, dia tidak akan menzalimi. Lelaki yang akhlaknya baik membuat wanita menjadi aman dan tenteram dalam perkawinan.  Al Ghazali mengingatkan, bahwa perkawinan itu ibarat perbudakan maka hendaklah para orang tua waspada kepada siapa puterinya itu diberikan.

Lelaki yang tidak baik agama dan akhlaknya akan menjadi fitnah dan menimbulkan kerusakan yang luas. Lelaki yang agama dan akhlaknya kurang baik lebih mengutamakan penampilan lahiriah seorng wanita, memandang tinggi sebuah kedudukan dan mementingkan melimpahnya kekayaan materi.

Lelaki semacam ini akan mengagumi wanita dari kecantikannya. Berapa lamakah penampilan lahiriah dapat dipertahankan? Wanita yang penampilannya tidak menarik lagi tentu akan ditinggalkan, diabaikan atau diganti dengan wanita yang lebih muda dan cantik.  Sungguh malang nasib wanita yang tersisihkan, habis manis sepah dibuang.

Lelaki yang memandang tinggi sebuah kedudukan tentu akan memilih wanita yang keluarganya dapat memberinya posisi, pangkat dan derajat yang tinggi. Ketika apa yang didambakannya telah diraih, wanita yang menjadi isterinya menjadi tidak penting lagi baginya. Keluarga wanita pun tak lagi dihormatinya.

Demikian halnya dengan materi yang didapat. Kekayaan yang dimilikinya akan membuatnya lupa dengan perintah Allah dan Rasul Allah. Kehidupan rumah tangga yang kering dari nilai-nilai agama tentu akan menjauhkannya dari ketenangan yang didambakan oleh keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

+