Keluarga Sejahtera

Posts Tagged ‘Cinta dan kasih sayang

Tanggal 14 Februari, kata orang-orang muda, adalah hari kasih sayang atau valentine day’s. Saya sendiri tidak sependapat dengan hari valentine, karena kasih sayang itu tidak terbatas oleh waktu, tidak memerlukan hari yang khusus. Kasih sayang itu ada setiap hari, bahkan setiap saat harus ada dalam diri kita.

Kasih sayang itu bukan hanya ditujukan kepada sesama manusia dalam arti seorang manusia mencintai manusia lain yang berlainan jenis atau cinta antara seorang laki-laki dan seorang wanita. Cinta yang demikian disebut sebagai ‘cinta eros’ atau ‘cinta amor’. Kasih sayang dapat ditujukan pula kepada keluarga atau kerabatnya. Inilah yang disebut cinta philia. Tidak boleh lupa, ada juga jenis cinta yang lebih agung yaitu cinta manusia kepada Tuhan yang disebut ‘cinta agape’.

Cinta eros biasanya dilandasi oleh keadaan fisik, psikis, rohani bahkan oleh faktor ekonomi. Seseorang mencintai orang lain biasanya karena fisiknya yang rupawan, perilakunya yang menawan atau asal usul keluarganya yang terhormat. Ada kalanya faktor kekayaan juga menjadi daya tarik seseorang dalam mencintai lawan jenisnya. Agama mengajarkan bahwa dari 4 faktor yang melandasi cinta eros, hendaknya dipilih yang perilakunya menawan karena ketaatan ibadahnya.

Ada juga seseorang yang mencintai lawan jenisnya bukan karena semua faktor di atas. Itulah yang dinamakan cinta amor, sebuah cinta yang tidak rasional. Itulah sebabnya sering kita temui ada seseorang yang mencintai lawan jenisnya kendati lawan jenisnya tersebut tidak memenuhi faktor rupa, keturunan, kekayaan dan keagamaan.

Seorang anak yang cinta kepada orang tua, kakak dan adiknya atau cinta orang tua kepada anak-anak dan saudara-saudaranya duisebut cinta philia, cinta persaudaraan atau cinta karena adanya hubungan kekerabatan. Cinta philia yang positif adalah yang bersifat ‘Aktif – Aktif’ artinya kedua belah fihak dapat saling memberi. Orang tua memberikan perhatian kepada anaknya, demikian juga sebaliknya, sang anak memberikan perhatian yang tidak kalah hangat kepad aorang tuanya.

Cinta philia jangan bersifat ‘Aktif – Pasif’ atau ‘Pasif – Aktif’ apalagi ‘Pasif – Pasif’. Hubungan ‘Aktif – Pasif’ melahirkan anak yang tidak percaya diri alias minder karena orang tuanya yang lebih banyak berperan, hubungan ‘Pasif – Aktif’ akan melahirkan anak yang liar tanpa arah akibat si anak melakukan segala hal tanpa respon yang semestinya dari orang tuanya, sedangkan hubungan ‘Pasif – Pasif’ kan melahirkan seorang anak yang apatis alias masa bodoh terhadap orang lain.

Cinta agape adalah cinta yang lebih agung yaitu cinta manusia kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa. Cinta kepada Allah diwujudkan dalam bentuk pemujaan alias peribadatan. Menurut ajaran agama, tidaklah diciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Allah. Peribadatan yang benar akan menumbuhkan takut kepada Allah, yaitu takut mengabaikan perintah Allah dan takut melanggar larangan-larangan Allah. Inilah yang disebut takwa.

Manusia juga dapat mencintai sesamanya tanpa mengenal ikatan persaudaraan. Ini disebut belas kasih. Belas kasih merupakan perpaduan cinta philia dan cinta agape. Cinta jenis ini bersifat tanpa pamrih bahkan cenderung ingin memberikan sesuatu terhadap orang lain karena keadaan yang dialami orang tersebut dan  merupakan perwujudan kecintaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.